Batu Fosil,Tumbuhan yang Membatu

batu fosil kayu adalah kayu yang membatu dimana semua bahan organiknya telah digantikan oleh mineral ( biasanya sejenis silikat, seperti quartz) ,

Proses fosil terjadi di bawah tanah, ketika kayu terkubur di bawah lapisan sedimen. Air yang banyak mengandung mineral masuk ke dalam sel-sel tanaman dan sementara lignin dan selulosa membusuk, mereka digantikan oleh batu. Hal ini bisa terjadi setelah bertahun-tahun terpendam bahkan setelah diteliti, terpendam selama Jutaan tahun. Artinya tumbuhan tersebut telah ada sebelum manusia hadir di bumi ini, dan mungkin juga dengan jaman yang disebut PRA SEJARAH. ( 25 juta – 2 juta tahun sebelum SM ). Ciri untuk menemukan petrified wood adalah ditemukannya produk gunung api tersier.

Di Indonesia, banyak juga terdapat Fosil kayu sebagai harta alam terpendam yang masih banyak belum di gali. Tak banyak kalangan yang paham dengan batu fosil memiliki nilai sejarah yang tak ternilai. Kita bisa membayangkan sebuah tanaman yang sudah hidup jutaan tahun yang lalu. Karena Fosil adalah sisa tumbuhan,pohon dari zaman purba yang masih bisa dijumpai pada masa kini dalam bentuk kayu ,daun dan buah yang membatu. batu Fosil mempunyai ciri-ciri seperti tumbuhan pada umumnya makanya mudah diidentifikasi secara kasat mata. Jika dilihat dengan mikroskop, struktur sel-selnya pun mirip sel tumbuhan hidup. Hanya materialnya sudah tergantikan dengan mineral alam, bukan lagi organik nabati.
Karakteristik unik, keras, dingin, bercahaya, warna-warni dan berusia jutaan tahun. Umur fosil sangat mempengaruhi warna karena adanya proses tekanan dan pergesekan dengan kulit bumi selama bertahun-tahun. Menurut info, yang berwarna alam seperti coklat, hitam, atau putih telah berumur sedikitnya 25 juta tahun. Ada klasifikasi dalam fosil kayu ini. Tergantung pada jenis pohon apa dia terbentuk, bagaimana proses geologinya, dan apa mineral pengisinya. Yang bermutu adalah yang memiliki gem quality dan berkilap seperti kaca setelah diproses dengan lapidary tools. Tidak memerlukan perawatan khusus. Hanya kadang dibersihkan & diberi tatakan yang indah.
FOSIL KAYU
fosil kayu Di Amerika dipandang sebagai barang langka ( asset ) , sedangkan di Indonesia fosil kayu masih ditelantarkan. Beberapa kawasan di Amerika Serikat dinyatakan tertutup untuk mencegah fosil kayu dibawa untuk suvenir. Di Indonesia, penggemar yang secara khusus mengoleksi fosil kayu belumlah banyak.  Bentuknya yang mirip gelondongan kayu, orang jadi acuh tak acuh. Padahal sebetulnya fosil kayu yang bagus dan langka juga banyak. ” Dia tak kelihatan cantik karena sisi yang memperlihatkan lingkaran kambium tidak dipoles sehingga warnanya tidak keluar. Tapi yang utama kekurang populerannya karena kurang publikasi.Ada yang percaya batuan itu punya Khasiat, misalnya memberi wibawa, menarik rejeki dll. Bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 100 juta. Keberadaan Fosil kayu memang sudah lama diburu orang untuk dijadikan koleksi karena tampilannya yang khas dan unik. Karena bisa dalam satu fosil warnanya beragam, jadilah kini benda itu menjadi benda eksklusif yang layak dikoleksi oleh penggemar fosil kayu.
Penemuan Fosil Kayu jaman Purba

KOMPAS.com — Fosil dua kayu pohon tertua ditemukan. Akan tetapi tunggu dulu, kayu ini bukan berasal dari pohon tinggi layaknya di hutan hujan tropis, melainkan berasal dari herba.

Kayu pohon itu berasal dari periode Devonian, saat tanaman sederhana mulai membentuk koloni. Satu kayu pohon ditemukan di Perancis berusia 407 juta tahun dan lainnya ditemukan di Kanada berusia 397 juta tahun.

Berdasarkan pernyataan peneliti, Phillipe Gerrienne dari University of Liege, Belgia, yang dilansir di New Scientist, Kamis (11/8/2011), umur dua fosil kayu pohon ini memecahkan rekor pohon tertua sebelumnya yang berusia 10 juta tahun.

Ilmuwan mengatakan bahwa tanaman ini menjadi bukti tanda pertumbuhan sekunder tumbuhan paling awal. Tanaman memiliki sel kortikal berdinding tebal.

Lewat penemuan ini, Gerrienne mengungkapkan pendapatnya tentang evolusi pohon. Menurut teori yang berkembang, evolusi 385 tahun lalu disebabkan oleh kebutuhan untuk mencari cahaya dan menopang ranting. Namun, penemuan menunjukkan hal berbeda.

“Adanya sel kortikal yang tebal menunjukkan bahwa evolusi dipicu oleh kendala hidrolik, bukan kebutuhan mekanik untuk tumbuh lebih tinggi,” tulis Gerrienne dalam makalahnya.

Menurut Gerrienne, tinggi tanaman yang hanya 12 cm tidak membutuhkan dukungan banyak. Evolusi berlangsung agar dapat meningkatkan efisiensi transportasi air.

Kesimpulan Gerrienne memberi pandangan baru dalam evolusi tumbuhan. Penelitian Gerrienne dilakukan bersama timnya yang berasal dari berbagai universitas di Eropa dan Amerika.

dijual : Batu Fosil Kayu (masih bongkahan)
berat : 1 kilogram
Harga : 300.000 rupiah (sudah sama ongkos kirim)

 

Hubungi : Galery Batu Mulia
alamat : jln jendral polisis anton sujarwo nomr 64 kelurahan Bugis puncur kota gorontalo-sulawesi, telp : 0435 831071, HP : 085398727779

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s